KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM BAHASA INDONESIA


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Setiap masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan itu–yang sering dianggap lebih mudah–adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.

Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia adalah berupa penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa-bahasa asing khususnya Bahasa Arab yang menjadi serapan bahasa Indonesia san sekaligus pemberi pengaruh bagi keindahan kosa kata Bahasa Indonesia. Penyerapan kata-kata asing ke dalam bahasa Indonesia ini melahirkan permasalahan-permasalahan kebahasaan yang dapat disoroti dari perspektif analogi dan anomali bahasa.

Bahasa Arab adalah bahasa komunikasi yang dikenal erat hubungannya dengan agama Islam. Kedatangan Islam sebagai ajaran agama di suatu lingkungan masyarakat yang kemudian dianut sebagai pedoman hidupnya menuntut para pemeluknya untuk memahami bahasa Arab yang merupakan bahasa kitab suci ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadis Nabi Muhammad Saw. Hubungan yang sinergis antara bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, tidak lain karena mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam yang merupakan bahasa umat Islam adalah Bahasa Arab. Oleh sebab itu, saya akan memberikan penjelasan sedikit melalui makalah ini tentang pembahasan kata serapan khususnya Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an.

 

  1. Rumusan Masalah 

Dalam makalah yang kami susun ini ada beberapa hal yang ingin kami ketahui diantaranya:

  1. Apakah yang dimaksud dengan kata serapan?
  2. Bagaimana cara kata serapan bisa masuk ke dalam Bahasa Indonesia?
  3. Bagaimanakah karakteristik kata dalam Bahasa Arab?
  4. Bagaimanakah contoh kata serapan dari Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia?

     

  5. Tujuan Penulisan 

Setelah memperhatikan latar belakang penulisan dan rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah kami adalah:

  1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan kata serapan.
  2. Dapat menjelaskan cara kata asing masuk ke dalam Bahasa Indonesia.
  3. Dapat memberikan contoh dan melafalkan kata serapan Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Kata Serapan Dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa asing yang dinamis, yang selalu berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat pemakai dan penuturnya. Salah satu akibat dari sifat dinamis tersebut adalah masuknya berbagai unsur kebahasaan dari bahasa asing, baik yang berupa afiks (imbuhan, awalan, akhiran) maupun berupa kata. Inilah yang kemudian dikenal dengan Unsur Serapan.

  1. Pengertian kata

Secara Etimologi Kata dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Sansekerta kathā. Dalam bahasa Sansekerta kathā sebenarnya artinya adalah “konversasi”, “bahasa”, “cerita” atau “dongeng”. Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi “kata”.

Definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1997) memberikan beberapa definisi mengenai kata:

  1. Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
  2. konversasi, bahasa.
  3. Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
  4. Unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh perkataan).

Definisi pertama KBBI bisa diartikan sebagai leksem yang bisa menjadi lema atau entri sebuah kamus.

Lalu definisi kedua mirip dengan salah satu arti sesungguhnya kathā dalam bahasa Sansekerta.

Kemudian definisi ketiga dan keempat bisa diartikan sebagai sebuah morfem atau gabungan morfem.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya.

Berikut adalah table dimana perhitungan jumlah kata serapan bahasa asing yang menjadi bahasa baku Indonesia sekarang :

 

Asal Bahasa

Jumlah Kata

Arab

1.495 kata

Belanda

3.280 kata

Tionghoa

290 kata

Hindi

7 kata

Inggris

1.610 kata

Parsi

63 kata

Portugis

131 kata

Sanskerta-Jawa Kuna

677 kata

Tamil

83 kata

Dalam perkembangannya bahasa Indonesia mengambil unsur atau kata dari bahasa lain, seperti bahasa daerah atau bahasa asing. Sudah banyak kosa kata dari bahasa asing dan daerah yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Terlebih dahulu kata-kata itu disesuaikan dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia, baik itu dalam hal pengucapan maupun penulisannya. Kata-kata sepeerti itulah yang dinamakan dengan Kata-Kata Serapan.

Proses penyerapan itu dapat dipertimbangkan jika salah satu syarat dibawah ini terpenuhi, yaitu :

  1. Istilah serapan yang dipilih cocok konotasinya
  2. Istilah yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya
  3. Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesia terlalu banyak sinonimya.

     

Kata Serapan Masuk Ke Dalam Bahasa Indonesia Dengan 4 Cara Yaitu :

  1. Cara Adopsi

Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara

keseluruhan.

Contoh : supermarket, plaza, mall

  1. Cara Adaptasi

    Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia

    Contoh :

    Pluralization → pluralisasi

    Acceptability → akseptabilitas

  2. Penerjemahan

    Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut dicari padanannya dalam Bahasa Indonesia

    Contohnya :

              Overlap → tumpang tindih

          Try out → uji coba

  3. Kreasi

    Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yangada dalam bahasa Indonesia. Cara ini mirip dengan cara penerjemahan, akan tetapi memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemahan.

    Boleh saja kata yang ada dalam bahasa aslinya ditulis dalam 2 atau 3 kata, sedangkan bahasa Indonesianya hanya satu kata saja.

    Contoh :

    Effective → berhasil guna

    Spare parts → suku cabang

    Selain kata serapan, ternyata bahasa Indonesia juga memunyai beberapa afiks atau imbuhan serapan. Imbuhan serapan dalam bahasa Indonesia ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

    Beberapa imbuhan serapan itu antara lain :

    1. An -, a –        [= tidak] ; anarki, amoral, anorganik

    2. Ab –             [= dari] ; abrasi, abnormal

    3. Tele –               [= jauh] ; televisi, telepon

    4. Mini –             [= kecil] ; miniatur, mini bus

    5. Super –           [= di atas] ; supersonik, super power, supervisi

    6. Uni –                [= satu] ; unilateral, universitas

    7. Nomo –            [= satu] ; monoton, monogami, ,monofobia

    8. Sub –                [= dibawah] : subversi, subsidi, subordinasi

    9. Trans –             [= seberang, lewat] ; transisi, tranfusi

    10. Semi –             [= setengah, sebagian] ; semiautomatis, semiformal, semifinal.

     

    1. Kata Serapan Sebagai Bagian Perkembangan Bahasa Indonesia

Soal kata serapan dalam bahasa atau lebih tepatnya antar bahasa adalah merupakan suatu hal yang lumrah. Setiap kali ada kontak bahasa lewat pemakainya pasti akan terjadi serap menyerap kata. Unit bahasa dan struktur bahasa itu ada yang bersifat tertutup dan terbuka bagi pengaruh bahasa lain. Tertutup berarti sulit menerima pengaruh, terbuka berarti mudah menerima pengaruh.

Bunyi bahasa dan kosa kata pada umumnya merupakan unsur bahasa yang bersifat terbuka, dengan sendirinya dalam kontak bahasa akan terjadi saling pengaruh, saling meminjarn atau menyerap unsur asing. Peminjaman ini dilatar belakangi oleh berbagai hal antara lain kebutuhan, prestise kurang faham terhadap bahasa sendiri atau berbagai latar belakang yang lain.

Tidak ada dua bahasa yang sama persis apalagi bahasa yang berlainan rumpun. Dalam proses penyerapan dari bahasa pemberi pengaruh kepada bahasa penerima pengaruh akan terjadi perubahan-perubahan. Ada proses penyerapan yang terjadi secara utuh, ada proses penyerapan yang terjadi dengan beberapa penyesuaian baik yang terjadi dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis. Dalam penyesuaian itu akan terjadi, pergeseran baik dalam ucapan maupun ejaan antar bahasa pemberi dan penerima pengaruh maupun pergeseran sistematis.

Bahasa Indonesia dari awal pertumbuhannya sampai sekarang telah banyak menyerap unsur-unsur asing terutarna dalam hal kosa kata. Bahasa asing yang memberi pengaruh kosa kata dalam bahasa Indonesia antara lain : bahasa Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Masuknya unsur-unsur asing ini secara historis juga sejalan dengan kontak budaya antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa pemberi pengaruh. Unsur-unsur asing ini telah menambah sejumlah besar kata ke dalam bahasa Indonesia sehingga bahasa Indonesia mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Dan sejalan dengan perkembangan itu muncullah masalah-masalah kebahasaan. Ada kosa kata yang diserap secara utuh tanpa mengalami perubahan dan penyesuaian. Dan ada kosa kata yang diserap dengan mengalami penyesuaian-penyesuaian.

  1. Perspektif Analogi Dan Anomali

Kata Serapan Dalam Bahasa Indonesia

Analogi adalah keteraturan bahasa dan anomali adalah penyimpangan atau ketidak teraturan bahasa. Di dalam ini akan dilihat perspektif analogi dan anomali di dalam kata-kata serapan bahasa Indonesia. Di depan telah dikemukakan bahwa kata serapan adalah merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia, sebagaimana telah kita pahami bahwa dimana ada perkembangan pasti selalu disertai dengan issu analogi dan anomali.

Pembicaraan mengenai kata serapan apabila bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi tentu dilakukan dengan memperbandingkan antara bahasa pemberi pengaruh dengan bahasa penerima pengaruh. Untuk membicarakan kata serapan ke dalam bahasa Indonesia tentu dilakukan dengan memperbandingkan kata-kata sebelum masuk ke dalam bahasa Indonesia dan setelah masuk ke dalam bahasa Indonesia.

Akan tetapi dalam pembicaraan kata serapan yang dikaitkan dengan analogi bahasa justru dilakukan dengan memperbandingkan unsur-unsur intern bahasa penerima pengaruh itu sendiri. Artinya suatu kata serapan perlu dilihat aslinya hanya sekedar untuk mengetahui bahwa kata tersebut benar-benar kata serapan, tanpa harus mengetahui bagaimana proses perubahan atau penyesuaian yang terjadi, yang lebih proporsional perlu dilihat adalah bagaimana keadaan setelah masuk ke dalam bahasa Indonesia, kemudian diperbandingkan dengan konvensi-konvensi yang lazim yang berlaku sekarang ini. Karena analogi berbicara mengenai keteraturan bahasa yang berkaitan dengan konvensi bahasa, tentu saja disini lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, bisa dalam bentuk sistem fonologi, sistem ejaan atau struktur bahasa.

Anomali adalah penyimpangan atau ketidak teraturan bahasa. Suatu satuan dapat dikatakan anomalis apabila satuan tersebut tidak sesuai atau menyimpang dengan konvensi-konvensi yang berlaku.

Metode yang digunakan untuk menentukan anomali bahasa pada kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia disini adalah sama dengan metode yang digunakan untuk menetapkan analogi bahasa yaitu dengan memperbandingkan unsur intern dari bahasa penerima pengaruh, suatu kata yang tampak sebagai kata serapan dibandingkan atau dilihat dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Apabila kata tersebut ternyata tidak menunjukkan kesesuaian dengan kaidah yang berlaku berarti kata tersebut masuk kata yang anomalis. Sama seperti pada kata yang analogis, kata-kata yang anomalis juga bisa dalam bentuk fonologi, ejaan maupun struktur.

Selanjutnya masuk kepada pembahasan pokok yakni tentang kata serapan Bahasa Indonesia yang khusus dari Bahasa Arab yang saya mulai dengan pembahasan tentang pengertian Bahasa Arab itu sendiri.

  1. Pengertian Bahasa Arab

Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semitik dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur’an. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain.

Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.

Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arab Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4. Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

  1. Karakteristik Kata Dalam bahasa Arab

Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kaya akan kosakata, misalkan pada dhomir atau yang sering disebut dengan kata ganti. Berbeda dengan bahasa indonesia yang hanya memiliki 7 kata ganti (dia,kamu,kalian,mereka,kami,kita,dan saya), didalam bahasa arab kata ganti ada 12.Antara kata ganti untuk dua orang dengan lebih dari dua orang dibedakan didalam bahasa arab.

Diantara keistemewaan bahasa arab juga singkat dan padat, misalnya: jika kita ingin mengucapkan dia sedang nenulis maka cukup menggunakan kalimat “yaktubu” dan ini sekaligus menunjukan bahwa yang sedang menulis itu adalah seorang laki-laki, adpun jika yang menulisnya itu seorang perempuan maka kita gunakan kalimat “taktubu” saja singkat dan padat. Dalam bahasa arab kata dibedakan menjadi 3(tiga) jenis, yaitu:

  1. Isim(kata benda)
  2. Fi’Il(kata kerja) 
  3. Huruf(kata bantu/kata penghubung)
  4. Kata-Kata Serapan dari Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia

Kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang berasal dari bahasa Arab cukup banyak, diperkirakan sekitar 2.000 – 3.000. Namun frekuensinya tidak terlalu besar. Secara relatif diperkirakan jumlah ini antara 10 % – 15 %. Sebagian kata-kata Arab ini masih utuh dalam arti yang sesuai antara lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah. Berikut adalah contoh-contoh kata serapan dari Bahasa Arab ke dalam bahasa indonesia:

  1. Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya
  • abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanak, awal, akhir.
  • bakhil, baligh, batil, barakah.
  • daftar, hikayat, ilmu, insan, hikmah, halal, haram, hakim.
  • khas, khianat, khidmat, khitan, kiamat.
  • musyawarah, markas, mistar, mahkamah, musibah, mungkar, maut.
  • kitab, kuliah, kursi, kertas, nisbah, napas.
  • syariat, ulama, wajib, ziarah.

     

  1. Lafalnya berubah, artinya tetap
  • berkah, barakat, atau berkat dari kata barakah
  • buya dari kata abuya
  • derajat dari kata darajah
  • kabar dari kata khabar
  • lafal dari kata lafazh
  • lalim dari kata zhalim
  • makalah dari kata maqalatun
  • masalah dari kata mas-alatuna
  • mungkin dari kata mumkinun
  • resmi dari kata rasmiyyun
  • soal dari kata suaalun
  • rezeki dari kata rizq
  • Sekarat dari kata Zakarotil
  • Nama-nama hari dalam sepekan : Ahad (belakangan jadi Minggu artinya=1), Senin (Isnaini=2), Selasa (Salasa), Rabu (Arba’a), Kamis (Khomsa), Jumat (Jumu’ah) dan Sabtu (sab`atun)
  1. Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula
  • keparat dalam bahasa Indonesia merupakan kata makian yang kira-kira bersepadan dengan kata sialan, berasal dari kata kafarat yang dalam bahasa Arab berarti tebusan.
  • logat dalam bahasa Indonesia bermakna dialek atau aksen, berasal dari kata lughah yang bermakna bahasa atau aksen.
  • naskah dari kata nuskhatun yang bermakna secarik kertas.
  • perlu, berasal dari kata fardhu yang bermakna harus.
  • petuah dalam bahasa Indonesia bermakna nasihat, berasal dari kata fatwa yang bermakna pendapat hukum.
  • laskar dalam bahasa indonesia bermakna prajurit atau serdadu, berasal dari kata ‘askar yang berarti sama.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pengetahuan karakteristik suatu bahasa merupakan salah satu cara memasuki pintu gerbang pemahaman bahasa tersebut. Begitu juga halnya dengan bahasa Arab yang memiliki ciri dan kekhususan yang berbeda dan mungkin juga tidak dimiliki oleh bahasa lain di dunia. Hal ini sangat perlu diketahui oleh para pengajar bahasa Arab dari segala tingkatan dan jenjang pendidikan. Namun faktor penting yang tidak bisa dinafikan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa Arab adanya sense of belonging yang harus ada pada diri setiap umat Islam pada bahasa Arab.

Dari segi suku kata Bahasa Arab memiliki karakteristik tersendiri, bahasa Arab sangat kaya akan kosa kata dan kosa kata dalam bahasa Indonesia banyak yang merupakan serapan dari bahasa Arab itulah yang membuat bahasa Arab sangat menarik untuk dipelajari. 

  1. Saran 

Dengan mengucap syukur alhamdulillah pada Allah SWT penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tentunya masih jauh dari harapan, oleh karena itu saya masih perlu kritik dan saran yang membangun serta bimbingan, terutama dari Dosen. 

Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi penulis, terutama bagi kita semua yang mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia ini. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Darmawati, Uti. 2009. Detik Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia. Klaten: PT Intan Prawira

Taufik, Imam. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Ahmad Fuad Effendi, Metodologi Pengakaran Bahasa Arab, Malang: Misykat, 2004.

Amin Muhammad, al-Lughat al-‘Arabiyyah Ma’nâhâ wa Mabnâhâ, Mesir: Dâr el-Fikr, 1980.

John M. Echols, Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia, 2006.

Maulana, Ahmad, dkk., Kamus Ilmiah Populer, Yogyakarta: Absolut, 2004.

Radliyah Zaenuddin dkk., Metodologi dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005.


 

About these ads

2 comments on “KATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM BAHASA INDONESIA

    • iya maaf mas saya lupa mencantumkannya pas kemaren dosen gak perlu pake fotenote asal ada daftar pustaka dan dengan argumen yang kuat ajha kata beliau…terima kasih atas kunjungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s